Profil Fakultasljkvj

FITK Online – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) merupakan fakultas yang telah memiliki cukup pengalaman dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan. Meskipun terus mendapat kritik dari para stakeholder-nya, namun tetap menjadi pilihan utama para calon mahasiswa.  Sampai saat ini  jurusan PAI dari FITK tetap memperoleh pilihan tertinggi dari seluruh pendaftar dari seluruh jurusan di UIN, meskipun setelah UIN membuka berbagai program studi umum sejak tahun 2003. Kecenderungan ini menjadi sebuah tantangan bagi FITK untuk melahirkan sarjana pendidikan  yang bermutu  dan mampu berkompetisi dengan sarjana-sarjana lain dalam meraih kesempatan dan peluang di pasar tenaga kerja di era globalisasi ini dengan berbagai keunggulan kompetitif dalam penguasaan pengetahuan,  skill/keterampilan, etos dan dinamika kerja, sikap dam moralitas.

Dalam upaya mewujudkan visi untuk menjadi fakultas terkemuka dalam pengembangan ilmu-ilmu pendidikan Islam, FITK akan mengembangkan budaya akademik, melalui pengembangan kegiatan penelitian dan penulisan serta publikasi hasil-hasil penelitian para dosen. Bentuk lain melalui penyusunan buku-buku akademik, seperti buku teks dan bahan ajar, serta karya ilmiah lainnya. Melalui berbagai hasil-hasil penelitian para dosen dan mahasiswa akan dapat mempengaruhi wacana keilmuan di kalangan komunitas akademik Indonesia, khususnya mereka yang menekuni ilmu-ilmu pendidikan. Arah kajian ilmu pendidikan ke depan sudah tidak lagi pada tataran falsafat dan pemikiran keagamaan yang menjadi pusat keunggulan UIN pada tiga dekade yang lalu, tapi perumusan teori-teori pendidikan modern dan instrumentasinya, yang tidak hanya dalam konteks pembelajaran dalam kelas, tapi juga pengelolaan pendidikan yang aktifitasnya lebih banyak di dalam kantor serta interaksi eksternal untuk penguatan institusi dengan mengembangkan jaringan komunikasi secara inklusif, terbuka dan terus melebar. Semakin kuat akses sekolah kepada masyarakat, maka akan semakin besar peluangnya untuk sustainable dan mencapai kemajuan.

Berdasarkan berbagai masukan dan penilaian dari pemakai dan pelanggan FITK, baik melalui berbagai diskusi, seminar, lokakarya dan penelitian yang terfokus dengan user yang biasa dilakukan tahunan dalam program evaluasi reguler, serta hasil penelitian para dosen terhadap kiprah alumni FITK di lapangan pekerjaan dan profesi mereka, disimpulkan bahwa harapan mereka pada FITK amat besar. Beberapa program yang perlu dikembangkan sebagai  upaya perbaikan meliputi:

  • Penguatan penguasaan bidang ilmu
  • Penguatan keterampilan merancang perencanaan pembelajaran
  • Penguatan kemampuan penguasaan kelas
  • Penguatan pengembangan strategi
  • Penguatan  kemampuan mengevaluasi hasil belajar
  • Penguatan manajemen pendidikan
  • Penguatan dan peningkatan kultur disiplin dalam pelaksanaan tugas
  • Pengembangan inovasi kurikulum dan media pembelajaran
  • Peningkatan kemampuan pemanfaatan laboratorium sebagai sarana pembelajaran
  • Peningkatan kualitas hasil belajar mahasiswa yang bersifat kompetitif.

Dua besaran arah dan strategi pengembangan FITK ke depan, yakni pertama pengembangan ilmu pendidikan dengan penekanan pada teorisasi pendidikan yang lebih operasional dan instrumentasi teori untuk diimplementasikan dalam praktik; menjadi acuan dalam rumusan berbagai kebijakan pengembangan program perkuliahan, baik dalam konteks pengembangan kinerja dosen, sehingga indikator produktivitas kerja dosen tidak hanya diukur berapa sks mereka mengajar, dan berapa persen kehadiran tatap muka dalam kelas, tapi juga berapa makalah yang ditulis dalam jurnal, serta berapa buku atau modul yang ditulis dalam setiap tahunnya, serta dalam tema-tema besar tentang pengembangan ilmu pendidikan.

Kedua, pengembangan dan implementasi kurikulum akan dititikberatkan pada penguatan kompetensi mahasiswa, baik pada bidang ilmu yang menjadi core-nya, maupun dalam bidang ketrampilan keguruan, baik dalam perumusan kurikulum operasional, perencanaan dan strategi pembelajaran, pengembangan media dan bahkan kemampuan menyusun instrumen evaluasi pembelajaran. Berbagai mata kuliah kompetensi utama tersebut, akan menjadi perhatian serius dari fakultas. Setiap guru besar dan dosen senior yang telah memenuhi kriteria tertentu berhak didampingi beberapa asisten untuk membina para mahasiswanya dalam kegiatan tutorial untuk menyelesaikan berbagai assignment dari dosennya.

Untuk mewujudkan visi dan misi di atas, FITK akan melanjutkan program mensukseskan wajib S2 bagi seluruh dosennya, serta mengoptimalkan peran guru besar yang tidak hanya menyampaikan pelajaran di dalam kelas, tapi juga melakukan pembinaan terhadap para dosen dan asistennya. Para guru besar mempunyai kewajiban hadir di kampus beberapa hari dalam setiap minggunya, bukan hanya untuk menyampaikan pelajaran, tapi untuk melakukan pembinaan terhadap  para dosen dan asisten, melayani mahasiswa untuk berkonsultasi, serta mengembangkan berbagai kreativitas akademik untuk melahirkan karya-karya ilmiah yang akan mendorong untuk terbentuknya tradisi akademik di kalangan sivitas akademika FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam bidang pendidikan pengajaran, secara spesifik pengembangan akan diarahkan pada pola pembelajaran yang mendukung penguatan kompetensi akademik mahasiswa. Dosen pemegang mata kuliah, diutamakan profesor atau track to professor memberikan banyak penugasan pada mahasiswa, dan para mahasiswa menyelesaikan tugas-tugasnya itu dibantu oleh asisten, dengan ketentuan, mereka tidak membantu menyelesaikan tugas, tapi mengarahkan serta menjelaskan bagian-bagian yang belum mereka fahami dari pelajaran yang disampaikan profesor tersebut. Selanjutnya, pendidikan dan pengajaran juga diarahkan untuk mengoptimalkan penggunaan perpustakaan, tidak semata dalam bentuk penulisan makalah, tapi juga book review,  atau sebangsanya. Setiap mata kuliah bisa diujikan di akhir semester, jika mencapai minimal tatap muka 12 kali dari 16 kali pertemuan terjadwal.

Pengembangan keterampilan melakukan proses pembelajaran tidak semata dilakukan secara simulatif bersama para asisten di dalam kelas, atau di lingkungan kampus, tapi dalam kelas nyata di sekolah-sekolah yang sudah menjadi networking dari FITK. Sekolah-sekolah jaringan akan dibagi dua kategori, pertama, sebagai sekolah binaan, dengan keterlibatan fakultas secara institusional untuk mengembangkan dan memperbaiki kualitas sekolah tersebut, dan para mahasiswa dapat mengembangkan berbagai pengalaman keterampilan keguruan di sekolah-sekolah dimaksud. Sekolah dalam kategori ini, kini berjumlah 15 sekolah/madrasah di sekitar Ciputat, Sawangan dan Parung. Kedua, sekolah/madrasah yang memiliki komitmen untuk terus mengembangkan jaringan kerja dengan FITK, mereka tidak menjadi fokus pembinaan FITK, namun memiliki komitmen untuk bekerja sama dalam pembinaan mahasiswa, pengembangan kurikulum serta melakukan berbagai review terhadap implementasi teori-teori baru dalam pendidikan. Para mahasiswa dapat mengembangkan ketrampilan keguruannya di sekolah-sekolah tersebut, dengan binaan dari para guru senior serta dosen pembimbing dari FITK sendiri. Terkait dengan penekanan pada kompetensi keguruan tersebut, maka Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang aksentuasi programnya parsial dan tidak terfokus pada penguatan kompetensi keahlian serta keterampilan keguruan, menjadi kurang relevan dan kini sudah tidak muncul dalam struktur kurikulum FITK. Posisi Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah digantikan oleh Praktek Profesi Keguruan Terpadu (PPKT) yang dirintis sejak tahun 2003.

Strategi lain untuk menjadikan FITK sebagai fakultas terdepan dalam pengembangan ilmu-ilmu pendidikan yang integratif dengan ilmu-ilmu keislaman adalah melalui program penelitian. Para guru besar atau mereka yang sedang menuju guru besar dengan posisi lektor kepala, hendaknya melakukan penelitian unggulan dalam pengembangan ilmu. Mereka akan diarahkan untuk terus mengembangkan inovasi penelitiannya bersama dengan para asisten yang dibinanya, baik yang didukung anggaran rutin fakultas, anggaran proyek universitas, maupun hasil kerjasama dengan institusi luar dari funding agency, baik dalam maupun luar negeri.

Pengembangan pengabdian pada masyarakat diarahkan untuk penguatan kompetensi mahasiswa dalam bidang ilmu yang menjadi core keahliannya serta dalam aspek-aspek ketrampilan keguruan atau dimensi-dimensi pendidikan lainnya. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian akan menjadi bagian integral dari kegiatan Praktik Profesi Keguruan Terpadu (PPKT) yang di dalamnya mencakup penelitian di lingkungan sekolah, pendidikan dan pengajaran, serta manajemen dan supervisi pendidikan. Mereka harus berada di sekolah selama satu semester, dengan empat hari kerja layaknya guru yang bekerja di sekolah tersebut. Semua aktifitas mereka itu memiliki dimensi pengabdian karena tidak memperoleh konpensasi dari pekerjaannya itu, kecuali penilaian dari dosen pembimbing mereka. Namun mereka memperoleh penguatan dalam kompetensi keguruannya, karena seluruh kegiatannya dalam lingkaran dan rangkaian kegiatan pendidikan dan pengajaran serta aspek-aspek kependidikan lainnya.

Semua gagasan ideal tersebut tidak akan terwujud secara baik tanpa dukungan seimbang dari layanan administrasi akademik. Oleh sebab itu, arah pengembangan fakultas ke depan juga dilakukan melalui peningkatan kualitas layanan administrasi akademik, yang indikator tingkat keberhasilannya adalah kecepatan dan ketepatan, terminimalisasinya kesalahan-kesalahan yang semuanya itu akan menghasilkan kepuasan pelanggan. Layanan administrasi akademik, umum dan keuangan akan ditata dan diatur sedemikian rupa, dengan berpijak pada landasan kepercayaan dan pendelegasian yang obyektif serta rasional. Setiap orang dalam setiap lapis posisi memiliki otoritas untuk wilayah kewenangannya, dan mereka dapat mengambil putusan sesuai kewenangannya, sehingga layanan publik tidak terganggu oleh rangkaian birokrasi yang ada.

Untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran bagi para mahasiswa FITK, fakultas akan melengkapi berbagai kekurangan koleksi buku perpustakaan khususnya koleksi buku teks/referensi yang menjadi kebutuhan proses pembelajaran. Dan berbagai kebutuhan laboratorium untuk jurusan pendidikan IPA secara bertahap akan dipenuhi, sehingga spesifikasi laboratorium pendidikan IPA dapat terpenuhi, dan outcome pendidikannya dapat menjadi inspirasi bagi sekolah tempat kelak mereka mengabdikan ilmu dan pengetahuannya.

Di samping itu, FITK juga akan melakukan pembinaan kemampuan berbahasa bagi para mahasiswanya, yang tidak sekedar mereka para mahasiswa dari jurusan pendidikan bahasa, tapi juga mereka dari jurusan lain. Para mahasiswa dari jurusan PBI harus keluar dengan skor TOEFL 450. Demikian pula bagi para mahasiswa dari jurusan PBA dengan skor TOAFL 450. Sementara untuk para mahasiswa di luar dua jurusan tersebut dianjurkan pula untuk memiliki skor TOEFL dan TOAFL, namun setidaknya lulus dalam semua jenjang pembelajarn bahasa dengan harapan memiliki kemampuan memahami teks berbahasa asing, yakni bahasa Arab dan Inggris.